Fenomena

ISU ISU AKTUAL DI SEKOLAH
  • Pelaksanaan pembelajaran yang bersifat konvensional. Pada prosesnya guru menjelaskan materi didepan kelas, dalam hal ini pembelajaran berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran.
  • Pembelajaran yang dilaksanakan berbasis teknologi. Penggunaan teknologi ini berupa video pembelajaran dan ice breaking melalui aplikasi quizziz. Dengan penggunaan teknologi, minat belajar peserta didik meningkat.
  • Pembelajaran yang monoton. Monoton yang dimaksud adalah guru menyajikan pembelajaran dengan metode yang sama disetiap kelasnya.
  • Bersahabat dengan peserta didik dan selalu memberikan motivasi baik dalam proses pembelajaran maupun diluar proses pembelajaran. Kepekaan terhadap kondisi peserta didik membuat guru disenangi oleh peserta didik. Sehingga pesreta didik tidak merasa takut untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya.
  • Penguasaan materi guru sangat baik. Guru menyampaikan materi dengan bahasa yang dapat dengan mudah dimengerti oleh peserta didik.
  • Pengimplementasian pembelajaran abad 21 pada peserta didik (4C: Colaboration, Communcation, Critical Thinking, Creative) masih belum dilakukan secara maksimal. Pembelajaran belum berpusat pada peserta didik. Konten yang diberikan oleh guru masih mendasar dan belum bersifat kontektual sehingga kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik masih belum terasah. Selain itu, peserta didik juga belum dibiasakan untuk bekerja sama dalam bentuk kelompok, hal ini berdampak pada kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi peserta didik.
  • Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan oleh guru dikelas sudah mengarah pada tujuan pembelajaran, namun hal ini tidak sesuai dengan perencanaan yang disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jika disesuaikan pada RPP, guru seharusnya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, akan tetapi pada praktiknya guru masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran.
  • Evaluasi dan refleksi yang dilakukan oleh guru tidak dilakukan disetiap pertamuannya. Guru melakukan evaluasi pembelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah kepada peserta didik dan refleksi pembelajaran dilakukan hanya pada pertemuan awal dan akhir disetiap Kompetensi Dasar.

 
KAITAN PERMASALAHAN DENGAN KONSEP TEORITIK

Pendidikan selalu terkait dengan peserta didik yang beragam, di mana antara peserta didik yang satu dan yang lainnya tidak sama. Pembelajaran yang monton tidak tepat untuk dilakukan, karena karakteristik peserta didik antara kelas yang satu dan yang lainnya tentu berbeda. Karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, sehingga penting bagi pendidik memahami karakteristik peserta didik agar dapat membuat rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik tersebut.

Seorang guru harus memberikan pembelajaran yang tepat yang memperhatikan bagaimana agar kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat dilakukan dengan cara menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan manifestasi pembelajaran berpihak kepada peserta didik yang dirancang, dilaksanakan dan dinilai untuk memenuhi kebutuhan individual peserta didik dengan memperhatikan kesiapan belajar (readiness), minat belajar (learning interest), dan profil belajar (learning profiles). Pembelajaran berdiferensiasi mengharuskan guru untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan pembelajaran paradigma baru. 

Pembelajaran paradigma baru menekankan pada praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan praktik pembelajaran yang menyesuaikan pada karakteristik peserta didik. Oleh karenanya, pelaksanaan pembelajaran yang masih bersifat konvensional, tidak berpusat pada peserta didik dan memperhatikan karakteristik peserta didik belum sesuai dengan pembelajaran paradigma baru ini. 

Pada pembelajaran paradigma baru juga, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen. Dan pada Profil Pelajar Pancasila ini, beberapa kompetensi yang ingin dicapai didalamnya berkaitan erat dengan keterampilan abad 21. Sehingga pembelajaran yang dilakukan guru dikelas seharusnya berupaya menumbuhkan keterampilan abad 21 peserta didik, dimana ini dapat diwujudkan guru dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif. 

Selain itu dalam pembelajaran paradigma baru, pembelajaran merupakan satu siklus yang berkesinambungan, yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Sehingga evaluasi dan refleksi ditekankan untuk dilaksanakan di setiap pertemuannya, dimana hasil evaluasi dan refleksi akan digunakan guru untuk merancang pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan berikutnya, sekaligus menjadi salah satu upaya guru dalam meningkatkan kompetensi diri dan profesionalismenya, sehingga pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah dirancang.


SOLUSI PERMASALAHAN

  • Merancang pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan membuat media pembelajaran berupa bahan ajar, LKPD dll yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran.
  • Menggunakan model pembelajaran inovatif seperti model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Projek based learning, inquiry, discovery learning, dll yang dapat melatih keterampilan abad 21 peserta didik.
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat sebaiknya disesuaikan dengan proses pelaksanaan pembelajaran di kelas, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. 
  • Evaluasi dan refleksi dilakukan disetiap pertemuan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran peserta didik pada pertemuan tersebut, dan refleksi bertujuan agar guru dapat melakukan perbaikan dan tindaklanjut pada pertemuan berikutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar