Refleksi dan Tindak Lanjut

 

HASIL REFLEKSI

Selama pelaksanaan praktik pembelajaran terbimbing, diperoleh  banyak tantangan dan hambatan dari pembelajaran yang telah dilakukan. Sebelum melaksanakan praktik pembelajaran terbimbingdi ruang kelas, komponen-komponen RPP, bahan ajar, dan LKPD telah dilengkapi terlebih dahulu agar peserta didik dapat memperoleh informasi yang cukup, selain itu contoh soal pada bahan ajar telah disesuaikan dengan evaluasi mandiri yang dibuat dalam bentuk soal uraian yang akan diberikan kepada peserta didik.  Kemudian pada pelaksanaan praktik pembelajaran terbimbing, sehari sebelum pembelajaran dimulai peserta didik telah dikirimkan terkait bahan ajar dan link video pembelajaran dengan harapan mereka dapat membacanya sehingga nanti mempermudah mereka dalam mengerjakan LKPD. Akan tetapi sama halnya dengan pertemuan sebelumnya, banyak diantara peserta didik yang belum membaca ataupun memutar video yang telah diberikan. Sehingga hal inilah yang membuat saya cukup kewalahan dalam melakukan pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik dalam mengerjakan LKPD.

Berdasarkan hasil refleksi dari praktik pembelajaran terbimbing siklus sebelumnya, maka pada kegiatan pendahuluan di pertemuan ini tidak lagi dilakukan tes awal, kemudian apersepsi diberikan hanya dengan melontarkan beberapa pertanyaan secara langsung terkait materi prasyarat untuk mengingatkan kembali peserta didik akan materi yang telah dipelajari. Adapun dalam memberikan motivasi kepada peserta didik terkait manfaat mempelajari materi yang akan dibahas bukan hanya disampaikan secara lisan tetapi juga disampaikan dengan memberikan tayangan video singkat yang berisi ilustrasi sebagai upaya agar motivasi yang diberikan kepada peserta didik lebih bermakna sehingga dapat menarik minat mereka dalam mengikuti pebelajaran.

Pada saat pengerjaan LKPD peserta didik telah diberikan bimbingan baik secara personal maupun berkelompok. Sebelum memulai pengerjaan LKPD, peserta didik juga terlebih dahulu telah diarahkan untuk membuka bahan ajar yang dibagikan di handphone mereka masing-masing, dengan tetap mengontrol penggunaan handphone tersebut agar tidak ada lagi yang menyalahgunakannya. Akan tetapi pada kenyataannya, peserta didik cenderung duduk diam karena menunggu bimbingan langsung dari guru secara personal untuk mengerjakan LKPD, bukannya berdiskusi dengan teman kelompoknya yang lain sembari mencari informasi melalui bahan ajar serta video pembelajaran yang telah dibagikan.

Pada pertemuan ini peserta didik nampaknya telah lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran dan sudah mulai aktif untuk menanggapi kelompok yang presentasi tidak lagi seperti pertemuan sebelumnya, meskipun hal ini belum menyeluruh. Semua peserta didik tampaknya telah cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran akan tetapi kerja sama antar peserta didik dalam kelompok belum terbangun dengan baik. Dan dalam membuat peserta didik aktif untuk menanggapi kelompok yang sedang presentasi tersebut, guru masih harus selalu mengawalinya dengan melontarkan beberapa pertanyaan sebagai pancingan yang dapat membuat peserta didik lebih berpikir kritis hingga mampu memberikan tanggapan. Oleh karena itu, aktifnya peserta didik dalam menanggapi kelompok yang sedang presentasi juga telah menjadi sebuah tantangan bagi saya, karena pada praktiknya ini menjadi hal yang sangat penting tetapi cukup banyak menyita waktu pembelajaran.

Kemudian ketidakdisplinan waktu pengerjaan LKPD pada pertemuan sebelumnya menjadi salah satu hal yang menyebabkan evaluasi di akhir pembelajaran tidak sempat dilakukan. Oleh karenanya pada pertemuan ini telah ditegaskan kepada peserta didik terkait ketepatan waktu pengerjaan LKPD, serta senantisa mengingatkan peserta didik terkait sisa waktu pengerjaan LKPD yang mereka miliki. Dengan begini, peserta didik telah dilatih untuk dapat disiplin sehingga pada pertemuan ini terdapat waktu untuk melakukan evaluasi, tidak seperti pada pertemuan sebelumnya.

Adapun penarikan kesimpulan, pengerjaan evaluasi mandiri, dan kegiatan refleksi pembelajaran telah dilakukan. Akan tetapi dengan adanya beberapa kendala yang ditemui saya menjadi kehabisan waktu dan belum sempat memeriksa hasil evaluasi yang telah dikerjakan oleh peserta didik sehingga peserta didik belum diberikan pekerjaan rumah (PR), yang harusnya PR tersebut terkait tujuan pembelajaran yang belum tercapai . Adapun dari hasil refleksi pembelajaran beberapa peserta didik meminta agar dalam pembelajaran diselipkan sebuah games agar mereka tidak merasa bosan, dan hal ini akan menjadi bahan pertimbangan saya untuk rencana tindak lanjut yang akan dilakukan pada praktik pembelajaran terbimbing (siklus 3).

 

RENCANA TINDAK LANJUT

Tindak lanjut yang dirumuskan akan diterapkan pada kegiatan praktik pembelajaran terbimbing selanjutnya. Adapun rencana tindak lanjut yang penulis dapat lakukan setelah melaksanakan kegiatan praktik pembelajaran terbimbing adalah sebagai berikut:

  1. Lebih fokus untuk membantu dan melatih peserta didik agar mampu bekerja sama dan berdiskusi dengan teman kelompoknya
  2. Lebih intensif dalam menciptakan suasana yang membuat peserta didik dapat berpikir kritis dengan terus memancingnya hingga akhirnya semua kelompok menanggapi kelompok yang sedang melakukan presentasi
  3. Menyelipkan permainan disela kegiatan pembelajaran agar dapat mengembalikan fokus dan menarik minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, seperti menggunakan aplikasi spin whell untuk menentukan kelompok yang presentasi atau peserta didik yang harus memberikan kesimpulan di akhir pembelajaran.
  4. Merancang kembali waktu yang lebih efisien dengan mempertimbangkan adanya waktu presentasi kelompok disertai dengan pemberian tanggapan oleh kelompok lain
  5. Memeriksa evaluasi mandiri peserta didik pada saat peserta didik mengisi refleksi pembelajaran pada google form sebagai upaya pemanfaatan waktu yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar