Pameran

DESAIN HASIL ASESMEN
Asesmen menjadi salah satu aktivitas penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Asesmen atau yang disebut juga dengan penilaian adalah suatu penerapan atau penggunaan dalam berbagai cara dan alat guna mendapatkan serangkaian informasi mengenai hasil dari pembelajaran serta pencapaian kompetensi dari peserta didik. Asesmen yang dirancang merupakan langkah bagi kami untuk mengenali karakteristik siswa dan menjadi acuan kami dalam menentukan strategi dalam mengajar serta mengetahui ketercapaian pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. Instrumen asesmen yang dibuat mesti valid dan reliabel atau alat ukur yang digunakan harus bisa mengukur ketercapaian dari hal yang diukurnya secara tepat. Instrumen yang telah kami buat, dikonsultasikan kepada Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan selaku orang yang mengecek dan memvalidasi hasil intrumen yang telah kami buat.
 
 
HASIL ASESMEN PROFIL PESERAT DIDIK
Hasil asesmen yang diperoleh akan diolah untuk mendapatkan data atau profil dari peserta didik. Kemudian menarik kesimpulan terkait bagaimana tahapan-tahapan perkembangan yang dimiliki oleh peserta didik. Dimulai dari identitas diri, perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan moral, gaya belajar, minat belajar dan motivasi belajar peserta didik. Dari hasil yang diperoleh, maka guru dapat merancang pembelajaran yang baik sesuai dengan karakteristik atau profil peserta didik dan kebutuhan belajarnya. X MIPA 1 menjadi salah satu kelas yang kami pilih dalam praktik pembelajaran, profil peserta didik kami buat berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Kemudian diperoleh data terkait tahapan perkembangan dari peserta didik, berikut salah satu contoh Profilling yang telah kami buat:


 Berdasarkan contoh diatas, peserta didik tersebut berada pada tahap perkembangan operasional formal dan memiliki tingkat kemampuan C3 (Penerapan). Dari segi sikap, peserta didik memiliki moral yang baik dan memiliki semangat belajar yang tinggi serta tingkat emosional yang sedang. Gaya belajar yang ia miliki cenderung pada gaya belajar auditorial, sehingga media yang dapat digunakan dapat berupa penjelasan secara langsung ataupun dalam bentuk video pembelajaran yang dibarengi dengan suara.
 
 
OUTPUT YANG TERJADI DILAPANGAN
Dalam pelaksanaan pembelajaran, antusias peserta didik dalam belajar pada saat itu sudah cukup baik, hal ini kami dapat amati dari bagaimana mereka bisa mengerjakan LKPD secara berkelompok, saling berinteraksi satu sama lain, dan bersama-sama mencari solusi yang tepat serta lebih mudah memahami materi pembelajaran yang diberikan. Tanggapan kami terkait mengapa hal ini bisa terjadi, yakni sebab pembelajaran yang diterapkan berupa kelompok yang dimana dalam satu kelompok akan menyelesaikan permasalahan kontekstual bersama-sama, maka dari itu suasana atau lingkungan belajar peserta didik menjadi lebih interaktif, kolaboratif dan efektif.
 
 
PELAJARAN PENTING 
Hal yang kami dapat pelajari ialah keberagaman karakteristik peserta didik menjadi hal yang penting untuk diketahui sebelum melaksanakan pembelajaran di dalam kelas untuk mencapai target pembelajaran yang telah dibuat. Kenyamanan belajar menjadi harapan bagi peserta didik untuk bisa terus belajar dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing. Tugas guru, kiranya bisa memfasilitasi dan menuntun mereka agar bisa belajar dengan baik dan menjadi penerus bangsa yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Maka dari itu, pesan kami untuk masyarakat bahwa dalam menghadapi peserta didik, perlu diketahui setiap peserta didik memiliki karakteristik dan potensinya masing-masing. Maka, kita tidak bisa serta-merta untuk menjustufikasi seorang anak dalam suatu waktu, melainkan kita perlu mengenali karakteristik dan potensi yang dimiliki anak secara baik dan memberikan keteladanan yang positif dalam berkehidupan di lingkungan masyarakat. Sehingga, peserta didik akan mendapatkan peran yang tepat dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat berdasarkan potensi yang ia miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar